Ulasan SMITE 2: Pendapat Para Veteran SMITE

 

Ulasan SMITE 2: Pendapat Para Veteran SMITE

Pemain SMITE berbagi pandangan mereka tentang versi terbaru SMITE 2

Gaming Gacor — Ulasan SMITE 2 kami adalah hasil kolaborasi dari komunitas pemain setia yang sudah menghabiskan banyak waktu di dunia SMITE. Sebagian besar dari mereka adalah veteran SMITE 1, termasuk beberapa streamer dan pemain yang terlibat dalam esports SMITE 2. Dengan jam bermain yang begitu banyak, tak ada komunitas lain yang lebih tepat untuk memberikan ulasan ini. Jika Anda penasaran apakah SMITE 2 layak dimainkan, Anda berada di tempat yang tepat.

Pengantar SMITE 2

Jika Anda pernah memainkan SMITE pertama, sekuelnya akan terasa familier. Namun, bagi pendatang baru, SMITE 2 pada dasarnya adalah MOBA — mirip dengan League of Legends atau Dota 2 — di mana setiap karakter yang dapat dimainkan berdasarkan dewa atau pahlawan mitologi. Perbedaan utamanya adalah sudut pandang pemain menggunakan perspektif orang ketiga, bukan dari atas.

Perlu diingat bahwa SMITE 2 masih dalam tahap pengembangan. Kami akan memperbarui ulasan ini secara berkala sesuai dengan tonggak pembaruan besar. Setelah pengujian pertama di musim panas 2024 dan sejumlah pembaruan penting, komunitas kami memiliki cukup waktu untuk membentuk opini yang meyakinkan. Mari kita lihat pendapat mereka!

Awal yang Sulit, Pemulihan yang Mulus

SMITE 2 diperkenalkan melalui serangkaian uji coba pra-alfa, dan harus diakui, kesan pertamanya tidak terlalu baik. Menurut Feddboii, “sentimen awalnya sangat buruk,” sementara Inters3ct menambahkan bahwa “permainan terasa kasar saat pertama kali diuji coba. Tampilan awalnya terlalu standar Unreal Engine 5, mekanisme kekuatan dan kecerdasan belum matang, gameplay terasa kurang halus, dan daftar dewa terasa kecil serta kurang menarik.”

Namun, sejak saat itu, banyak hal telah membaik. Inters3ct menjelaskan bahwa “permainan ini sekarang sepuluh kali lebih baik: ada lebih banyak dewa (dengan pilihan yang lebih baik), lingkungan telah diperbarui secara visual, sistem Ascension Pass luar biasa, dan gameplay terasa jauh lebih baik.” Tim pengembang juga menargetkan 50 dewa tersedia saat versi gratis diluncurkan.

Dewa, Build, dan Mekanisme Baru

Celestewish memuji pembaruan kit dewa di SMITE 2 yang disebutnya “luar biasa,” karena banyak kit SMITE 1 yang sudah usang. “Kit dewa lama awalnya cukup baik, tetapi dengan hadirnya dewa yang lebih rumit, mereka jadi kurang kompetitif. Di SMITE 2, pengembang berhasil memperbarui kit ini sambil tetap menjaga identitas aslinya,” ujarnya.

Selain itu, build yang mendukung kit para dewa juga mendapat perhatian. “Build kini lebih fleksibel dan menawarkan lebih banyak opsi untuk personalisasi,” tambah Celestewish. Anda bisa menggunakan build sederhana seperti di SMITE 1 atau bereksperimen dengan berbagai jalur yang tersedia.

Feddboii juga menyoroti kemudahan untuk melawan lawan secara langsung di SMITE 2: “Saya berharap ke depannya ada item dan mekanisme yang bisa mengatasi setiap gaya bermain, sehingga menciptakan strategi yang lebih bervariasi seperti rock-paper-scissors.”

Peningkatan Visual dan Performansi

Salah satu keuntungan menggunakan Unreal Engine 5 adalah peningkatan grafis. NiteDark menyebut perbaikan ini “signifikan” dengan tekstur yang lebih baik, animasi yang lebih halus, dan efek yang lebih tajam. Selain itu, ikon kemampuan dan visualisasi hitbox yang lebih bersih membuat gameplay terasa lebih modern dan imersif.

Namun, soal performa, komunitas memiliki pandangan yang beragam. LeoMo mengakui bahwa performa telah banyak membaik sejak alfa tertutup, tetapi masih ada ruang untuk peningkatan, terutama bagi pemain dengan spesifikasi PC rendah.

Masalah Balancing dan Matchmaking

Seperti kebanyakan MOBA lainnya, balancing masih menjadi perdebatan. Celestewish merasa bahwa “tangki tidak terasa cukup kuat di akhir permainan, sementara kerusakan yang dihasilkan dewa lebih besar dari yang diharapkan.” Beberapa dewa juga dianggap terlalu kuat oleh komunitas.

Masalah lainnya adalah matchmaking. “Saya sering mendapatkan rekan tim yang tidak memahami cara bermain, sedangkan tim lawan jauh lebih kompeten,” kata Celestewish. Mereka menduga ini mungkin karena populasi pemain yang belum stabil sebelum peluncuran versi gratis.

Kesimpulan: Potensi Besar di Masa Depan

Secara keseluruhan, SMITE 2 mendapat respons positif dari komunitasnya yang paling kritis sekalipun. Feddboii menyebutnya “jauh lebih unggul dibandingkan SMITE 1 pada usia yang sama,” sementara LeoMo optimis bahwa game ini memiliki masa depan yang cerah.

Apakah Anda sudah mencoba SMITE 2 atau masih menunggu versi gratisnya? Beri tahu kami pendapat Anda di kolom komentar! Jangan lupa juga cek tips terbaik SMITE 2 untuk membantu Anda memulai.

Sumber gambar: Titan Forge Games.

Komentar

Postingan Populer